Rabu, 24 Juli 2013

Sistem Informasi Nasional



Sadar atau tidak, informasi merupakan komoditi strategis di abad mendatang. Globalisasi informasi memaksa Indonesia untuk memperhitungkan sistem informasi pendidikan dan pembangunannya supaya tetap kompetitif di era globalisasi. Untuk itu, alternatif strategi yang memungkinkan Indonesia secara swadaya dan swadana masyarakat membangun sistem informasi nasional-nya perlu dipikirkan sejak dini. Hal ini penting untuk lebih meningkatkan local content dan meningkatkan bargaining power Indonesia terhadap luar negeri.

Mengapa infrastruktur/sistem informasi nasional? Bayangkan apa jadinya masyarakat jika kebijaksaan pemerintah diputuskan hanya berdasarkan argumentasi "hand-waving" tanpa ditumpu data yang lengkap. Bagaimana dengan koordinasi antar departemen? - contoh klasik, penggalian jalan raya untuk telepon/listrik/air minum yang tidak pernah tuntas. Dapatkah masyarakat umum dengan mudah mengetahui/mengakses berbagai informasi, pengetahuan teknologi tepat guna, perundangan, yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat banyak? Semua ini penting dipertimbangkan dalam membangun sistem informasi nasional yang menumpu Indonesia yang kompetitive. Dua faktor/parameter utama yang perlu diperhitungkan dalam strategi pengembangan sistem informasi nasional adalah SDM yang berkualitas dan alternatif sistem/teknologi yang digunakan.

Sistem informasi tertulis yang interaktif (dua arah) umumnya lebih strategis untuk pembangunan masyarakat karena memungkinkan pembentukan sistem umpan balik yang memungkinkan seluruh sistem negara yang stabil dan merata. Untuk menjangkau pelosok tanah air, perlu dipertimbangkan media, teknologi & metoda komunikasi sehingga dapat dibangun secara swadaya & swadana dengan teknologi Indonesia. Hal ini perlu untuk menekan 70-80% ketergantungan peralatan komunikasi import saat ini. Di samping itu, sistem informasi pelosok harus dapat diintegrasikan dengan tulang punggung informasi nasional (national information highway). Pesatnya teknologi informasi berbasis komputer, cepat atau lambat sistem yang dikembangkan harus menggunakan komputer yang terintegrasi dalam jaringan komputer.

Standarisasi penting, dunia telah membangun sebuah jaringan komputer InterNet yang menggunakan standard protokol TCP/IP yang memungkinkan berbagai information superhighway (ratusan Mbps) untuk berintegrasi bermacam jenis komputer bahkan dengan jaringan packet radio yang telah berkembang di Indonesia. Mengingat TCP/IP adalah protokol yang terbuka, kami menghimbau penggunaan protokol TCP/IP sebagai standard dalam pengembangan infrastruktur informasi nasional. Sebagian besar teknologi TCP/IP bahkan sudah dapat dibuat dan dikembangkan sendiri di Indonesia dengan dimotori oleh rekan-rekan di ITB.

Dari aspek teknologi, tentunya akan sangat berguna jika Indonesia dapat membangun infrastruktur informasi nasional secara mandiri - prioritas perlu diberikan pada infrastruktur informasi hulu untuk menjamin sinergi pembangunan sistem informasi nasional; di samping menambah local content dari peralatan telekomunikasi yang diinstalasi. Beberapa alternatif teknologi informasi hulu, seperti packet radio network dan interkom, telah dibuat sendiri bahkan diimplementasikan dengan swadaya dan swadana masyarakat. Bahkan tidak tanggung-tanggung, digunakan untuk mengintegrasikan beberapa universitas di Indonesia timur dan sekolah menengah atas ke berbagai jaringan perguruan tinggi yang telah beroperasi khususnya di Jawa. Menarik bahwa sebagian besar proses bertumpu pada inisiatif dan swadaya masyarakat. Hal ini sangat membantu proses pendidikan jarak jauh dengan meningkatkan effisiensi pendidik dibantu media elektronik. Tentunya sangat membantu program wajib belajar yang dicanangkan. Badan-badan nasional perlu memikirkan peluang regulasi dan kesempatan untuk memungkinkan percepatan perkembangan infrastruktur informasi hulu berbasis swadaya masyarakat dengan teknologi Indonesia.

Saat ini, implementasi teknologi informasi hulu lebih dititik beratkan pada institusi SDM. Hasil nyata telah terlihat dengan meningkatnya penguasaan teknologi informasi oleh cukup banyak SDM di Indonesia yang kebetulan saat ini masih terpusat di wilayah Bandung. Dengan bantuan Dewan Riset Nasional (DRN) yang membuka kemungkinan beberapa perguruan tinggi & lembaga penelitian untuk mengakses jaringan komputer InterNet melalui IPTEK-NET merupakan investasi yang sangat terasa manfaatnya bagi pembentukan SDM terutama karena terbukanya akses para mahasiswa & peneliti ke sumber informasi mutakhir di manca negara. Akhirnya, terjadi akselerasi proses pembentukan SDM yang sangat menguntungkan.

Penguasaan teknologi dan terbentuknya SDM, memungkinkan kemudahan pembangunan infrastruktur sistem informasi nasional yang bersifat multisektoral dan melewati batas departemental sehingga sangat memudahkan koordinasi antar departemen. Hal ini membuka kemungkinan kemudahan akses berbagai information server multisektoral. Tidak mustahil, timbul sebuah standard Geographics Information System (GIS) nasional yang mudah diakses - yang merupakan bagian cukup penting sebuah sistem informasi nasional yang sangat strategis untuk pembuatan kebijakan nasional yang sifatnya multisektoral dan multidisiplin.

Sebagai rangkuman, standard TCP/IP disarankan sebagai standard nasional. Teknologi infrastruktur informasi hulu yang telah dikuasai Indonesia telah diimplementasikan dan dapat dikembangkan lebih lanjut dalam skala prioritas. Pembentukan SDM & penguasaan teknologi dipercepat oleh adanya infrastruktur informasi nasional. Sistem GIS lintas sektoral yang terbentuk akan sangat membantu penentuan kebijakan nasional. Regulasi perlu dibuka khususnya untuk mempermudah pembangunan sistem informasi untuk membantu pembentukan SDM.

JIKA DAPET DUIT 1T


jika saya dikasi uang 1 triliun saya akan mengembangkan sistem informasi negara saya ,Republik Indonesia saya ingin mengembangkan di sisi tranportasi terlebih dahulu saya melihat masi banyak terjadi kecelakaan dan ketidaknyamanan pengguna transportasi darat laut maupun udara, saya ingin membuat sistem kartu pintar pada tranportasi darat seperti membeli tiket kereta,busway,jadi masyarakat/pengguna jasa transportasi tidak perlu membeli tiket setiap ingin naik tranportasi. hanya perlu mengisi saldo pada kartu pintar, jadi tidak perlu adanya ngantri ngantri tiket atau antrian panjang.
Dan saya akan membangun sistem informasi nasional, saya akan membentuk team untuk membantu sistem informasi nasional, saya tidak perlu merombak semua sistem yang ada saya akan merepair terlebih dahulu,jika sistem itu terlalu parah saya akan merubah sistem itu dan konsep baru,

Apakan penting ?sistem informasi Sudah pasti sangat lah penting, karena apabila sistem informasi nasional kita berjalan dengan baik, segala macam pendataan penduduk, mutu pendidikan, alokasi dana pembuatan jalan raya, jalan tol, telepon umum, kebijakan-kebijakan pemerintah, dan sebagai nya dapat diakses dan dilihat oleh masyarakat secara transparan sehingga tidak terjadi penyelewengan dana disana sini baik korupsi, kolusi dan nepotisme. Otomatis pembangunan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang ditentukan.

Oke kembali ke topik utama, apabila saya diberikan dana 1 triliun oleh presiden untuk membenahi sistem informasi nasional. Awal-awal  yang akan saya lakukan adalah membuat lembaga khusus yang mengawasi dan menangani sistem informasi nasional. Setiap provinsi akan saya buat kantor lembaga tersebut. Berisikan server utama, dan puluhan komputer-komputer. Setiap kantor kelurahan atau instansi-instansi pemerintahan yang berhubungan dengan penyimpanan data, arsip atau dokumen-dokumen mengenai kebijakan atau pengeluaran pemerintah wajib memberikan laporan kepada lembaga ini. Dan tentu nya ada bagian yang mengecek dan mengawasi valid nya data-data yang sesuai dengan lapangan. Tentunya gaji setiap pegawai dari lembaga ini harus besar, agar tidak mudah tergoda oleh bisikan-bisikan maut dari sekitar.
Saya akan memilih pegawai untuk lembaga ini yang benar –benar berkualitas dalam bidang IT dan merupakan sarjana IT, karena apabila hanya seseorang yang ahli karena otodidak atau belajar dari web, mereka cenderung lebih memikirkan keuntungan dalam hal yang mereka kerjakan. Setelah itu saya akan mengadakan pelatihan dan penyuluhan agar masyarakat lebih mengetahui sistem informasi nasional ini, agar mereka mengerti betapa mudah nya mengakses informasi-informasi mengenai pembangunan dan info-info mengenai pemerintah yang mereka perlukan.

Selasa, 23 Juli 2013

Go Data Go Data

Tugas saya kali ini ada membuat ulasan mengenai GO DATA, kesan pertama saya mendengar kalimat itu adalah “maksudnya apa ya??” https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_kn-cnV5pped8gWLjmyEof11b3HpmQLBB6F7B_igOL9vx7v2UM-0m30UA_chH4lq3kAqVB5bJE1E93wzCq5h8v9caa60DEqCX6L9lZ0qJO4YiWyTOMM-y9r9fxrXjc0vZZyx6erAeBJg/s1600/icj-file-types-previews.jpg Setelah googling cari info sana-sini baru saya mengerti maksud dari Kampanye GO DATA ini.Kali ini mari kita bahas, apakah yang di maksud dengan data. Secara ilmiah Data adalah catatan atas kumpulan fakta, fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data yang tidak memiliki arti apa-apa namanya tetap data, sedangkan data yang berguna bagi kalangan yang membutuhkannya maka menjadi Informasi. Dalam dunia komputer / informatika, data adalah segala sesuatu yang dapat disimpan dalam memori menurut format tertentu. Bisa ber bentuk gambar, tulisan, suara, script, dan banyak lagi.:mahos Menurut informasi yang saya dapat pula, Go Data adalah gerakan kepedulian terhadap data, dimana gerakan ini bertujuan menghimbau dan mengingatkan agar masyarakat selalu terjaga/sadar terhadap data-data mereka terutama data pribadi. Mungkin hal ini dipicu karena mulai banyaknya kasus-kasus penyimpangan atau penyalahgunaan pada data. Misalnya saja kasus beredarnya foto-foto pribadi milik beberapa kalangan artis, atau pencurian data seperti data transaksi, bahkan data-data krusial milik negara.:genit: Kampanye ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data, karena menurut saya karena masyarakat kita baru mulai merasakan era Globalisasi dan Digitalisasi, dimana sebelumnya sesuatu yang penting itu biasanya berbentuk nyata atau real seperti surat-surat berharga, uang, dll.:email: Dengan masuknya era digitalisasi masyarakat belum terlalu menyadari bahwa data-data penting juga dapat berbentuk maya / digital sehingga hal ini menjadi sarana yang menyenangkan bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. :army: berikut ini sepotong cerita nyata yang menggambarkan betapa pentingnya data : STOCKHOLM - Awalnya seorang profesor dari sebuah universitas di Swedia hanya pasrah setelah laptopnya tercuri. Tidak disangka, sang maling berbaik hati mengembalikan semua isi laptop melalui sebatang perangkat USB. "Saya sangat bahagia. Meski ia telah mencuri laptop saya, setidaknya saya yakin ia masih memiliki sisi kemanusiaan," ujar profesor yang tidak ingin disebutkan namanya itu, seperti dilansir melalui Telegraph, Selasa (19/10/2010). Cerita itu bermula ketika profesor yang sekarang mengajar di Umea University tidak sengaja meninggalkan tas laptopnya di belakang pintu tangga apartemennya. Kala itu ia sedang terburu-buru mengambil cuciannya di ruang laundry. Ketika ia kembali semenit kemudian, tas tersebut telah raib. Tidak berapa lama, masih di hari yang sama, tas tersebut pun kembali, hanya saja tanpa laptop. "Tas tersebut muncul tiba-tiba di tempat yang sama, lengkap dengan surat-surat, kertas catatan, kalender dan kartu kredit. Hanya laptop yang absen," ujar profesor tersebut. Meski sang profesor mengaku senang beberapa barangnya telah kembali dengan selamat, ia menyayangkan laptopnya yang masih tidak ditemukan. Pasalnya, dokumen hasil dan catatan kerja yang telah ia buat selama berpuluh-puluh tahun telah disimpan di dalam laptop tersebut. Rupanya tidak butuh waktu lama bagi si maling untuk menyadari kesalahannya dan mengerti betapa pentingnya isi laptop tersebut. Seminggu kemudian, si maling mengirimkan sebuah USB stick ke rumah sang profesor. Isinya, dokumen hasil dan catatan kerja sang profesor selama puluhan tahun, yang pastinya membutuhkan waktu berjam-jam untuk memindahkannya. "Dokumen ini adalah hidup saya, berupa hasil kerja dan rekaman apa saja yang telah terjadi dalam hidup saya selama 10 tahun ini," ucap Profesor itu. "Saya kini mengerti mengapa setiap gadget yang hilang cukup berharga. Ternyata bukan hanya gadgetnya yang dikhawatirkan, konten di dalamnya memang tidak bisa tergantikan," tandasnya. Itulah hasil dari analisa saya tantang GO DATA… Walaupun isi dari artikel ini tidak begitu banyak, tapi mudah-mudahan tulisan saya kali ini “padat berisi” dan dapat bermanfaat bagi para pembaca :D Jangan Lupa Commentnya :request